Judul Berjalan

TULISAN MOUSE BERJALAN

BERJALAN KEKANAN DAN KEKIRI

SELAMAT BERGABUNG DENGAN KANGTARJOSENDANGREJO..... AYO LATIHAN NGE BLOG BERSAMA-SAMA

Berjalan kekanan kekiri

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MINAL AIDZIN WAL FA IDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

BAGI YANG SUDAH TERBIASA DOWNLOAD

Klik tautan berikut;
  1. Surat Keputusan Kisi-Kisi Ujian Nasional Tahun 2012 – 2013
  2. Kisi-Kisi Ujian Nasional SD, MI, dan SDLB Tahun 2012 – 2013
  3. Kisi-Kisi Ujian Nasional SMP/MTs, SMA/Aliyah, SMK dan PLB Tahun 2012 – 2013
Contoh Proposal

PROPOSAL PTK: Penerapan Teknik Dramatisasi Dengan Media Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berekspresi Sastra Siswa Kelas III Di SDN....

A.   Latar Belakang Masalah
        Proses belajar mengajar di sekolah, khususnya di dalam kelas, merupakan suatu proses kegiatan yang berlangsung rutin dan terus menerus yang dilakukan oleh guru dan siswa. Di sisi lain, tujuan akhir yang hendak dicapai dari proses belajar mengajar adalah keberhasilan siswa untuk memahami, menguasai, dan mengimplementasikan ilmunya kelak di lingkungan masyarakat. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak siswa belum mencapai memampuan yang optimal. Pada dasarnya siswa hanya tahu banyak fakta namun tidak mampu memanfaatkannya secara efektif.
     Sementara itu, pemerintah dan masyarakat berharap agar lulusan-lulusan dapat menjadi seorang pemimpin, manager, inovator, dan operator yang efektif dan mampu mengembangkan diri serta menyesuaikan diri terhadap segala perubahan yang terjadi terhadap segala aspek kehidupan. Oleh sebab itu, peranan yang diemban oleh guru sangat berat, karena gurulah yang berada di garis depan dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Atau dengan kata lain guru adalah titik sentral pendidikan.
      Dalam proses belajar mengajar di kelas, guru pasti dihadapkan pada kondisi pembelajaran dengan jumlah siswa, gender, latar belakang etnis, agama, sosio-ekonomi, budaya, tingkah laku dan kemampuan akademik siswa yang beraneka ragam sehingga untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran, bukanlah suatu hal yang mudah. Guru dituntut profesional untuk melaksanakan semua itu.
          Peranan yang diemban oleh guru tidak hanya sekedar mengupayakan agar siswa dapa memperoleh berbagai ragam ilmu pengetahuan dan keterampilan. Akan tetapi lebih dari itu, seorang guru harus dapat mendorong siswa untuk dapat bekerja secara berkelompok dalam rangka menumbuhkan daya nalar, cara berpikir logis, sistimatis, kreatif, cerdas, dan rasa ingin tahu dan dapat menciptakan suasana yang membuat aktif siswa di dalam proses pembelajaran.
             Bila siswa diberikan tanggung jawab yang lebih besar, maka siswa akan lebih serius belajar. Hal ini senada dengan pandangan Bejarono (1987) yang mengatakan bahwa pembelajaran yang dianggap paling baik yaitu siswa terlibat secara aktif di dalam proses belajar mengajar.
   Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dipahami oleh siswa sebagai pelajaran yang membosankan dan tidak menarik. , sehingga pada akhirnya berpengaruh terhadap sikap siswa yang kurang aktif dan tidak termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran. Hal ini berakibat pada rendahnya prestasi hasil belajar yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran ini.
Padahal, mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran yang sangat penting, karena mata pelajaran ini di samping menjadi salah satu mata pelajaran yang diujiannasionalkan juga mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra dengan aspek mendengar, berbicara, menulis, dan berbicara, dengan tujuan :
  1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
  2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
  3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
  4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
  5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
  6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
   Rendahnya keaktifan dan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia telah lama menjadi permasalahan guru di SDN ................. Telah berbagai strategi pembelajaran model kelompok diterapkan dan dilakukan, namun proses pembelajaran hanya didominasi oleh siswa yang pandai, sementara siswa yang berkemampuan rendah dan sedang tidak memperlihatkan partisipasinya dalam pembelajaran, sehingga tidak terjadi interaksi dalam pembelajaran, terutama interaksi antara siswa dengan siswa.
  Dalam kondisi seperti itu, tujuan pembelajaran model kelompok tidak terwujud karena siswa tidak mampu bekerja sama, tidak mampu menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat orang lain. Hal ini merupakan kegagalan guru dalam proses pembelajaran. Ada kecenderungan pembelajaran terpusat kepada guru (teacher centered). Tidak ada umpan balik (feedback)  dari siswa sehingga proses pembelajaran tidak bermutu. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa hasil penilaian proses tidak sesuai dengan harapan.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa kelas III di SDN ........................ dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, perlu penggunaan model pembelajaran yang tepat, yang dapat membangkitkan minat, keaktifan, dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang terpusat kepada guru (teacher centered) harus diubah menjadi pembelajaran yang terpusat kepada siswa (student centered).  Artinya, pembelajaran terfokus pada penguasaan siswa atas materi dan penciptaan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan, sehingga memudahkan siswa memahami pelajaran yang disajikan oleh guru. Keaktifan dan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran akan memberikan pengaruh yang besar untuk menjaga kelangsungan belajar siswa dalam tingkat kesungguhan belajar yang tinggi.
Dengan kondisi seperti di atas, pada dokumen prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas III di SDN ......................... beberapa tahun terakhir, kelas yang jumlah siswanya 24 orang, hanya terdapat 11 orang yang mencapai Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM = 7,02) dan 33 siswa lainnya berada di bawa standar ketuntasan belajar minimal. Kenyataan ini menunjukkan bahwa para siswa tidak mampu menyerap materi pelajaran yang diajarkan. Rerata klasikal hanya mampu mencapai 60,4 . Ini memberikan asumsi bahwa daya serap siswa secara klasikal hanya mencapai 61 %. Sungguh merupakan suatu masalah serius yang patut mendapat penanganan secara tepat.
 Menurut Mulyasa (2005:13) bahwa guru adalah perencana, pelaksana dan pengembang kurikulum sehingga perlu untuk meningkatkan aktivitas, kreativitas, kualitas, dan profesionalisme. Karena itu maka masalah rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia siswa harus disikapi dengan melakukan berbagai modifikasi penggunaan strategi pembelajaran melalui keterlibatan penuh siswa, kerja sama murni, variasi dan keragaman dalam metode belajar, motivasi internal, adanya kegembiraan dan kesenangan dalam belajar, dan integrasi belajar yang lebih menyeluruh ke dalam segenap pengorganisasian pembelajaran.
Selengkapnya dapat anda Download Di Sini

PROPOSAL PTK: Penerapan Teori Brunner Untuk Meningkatkan Motivasi Siswa Kelas III Di SDN ..... Mengenai Konsep Keliling Dan Luas Daerah Bangun Datar

A. Latar Belakang
Pembelajaran dengan metode belajar konvensional cenderung menerapkan standarisasi, kontrol luar, satu ukuran untuk semua, pengkondisian behavioristis (hadiah dan hukuman) dan tekanan pada format “aku bicara-kamu mendengar” merupakan suatu pembelajaran yang membosankan sehingga cara seperti ini tidak dapat dipertahankan lagi pada era sekarang ini
Pengalaman pada setiap tahun bahwa siswa yang duduk di kelas III SDN ..............., tingkat penguasaan siswa pada materi tentang standar kompetensi menghitung luas dan keliling luas persegi, dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah, pada kompetensi dasar (1) mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat dan unsurnya, (2) menghitung keliling persegi dan persegi panjang, (3) menghitung luas persegi dan persegi panjang. Ternyata masih rendah.
Masih rendahnya hasil belajar matematika siswa pada konsep keliling dan luas bangun datar di SDN ........... merupakan salah satu implikasi terhadap masih belum optimalnya upaya guru membangkitkan seluruh potensi siswa dalam proses pembelajaran, terutama pada aspek perencana dan pelaksanaan kurikulum secara bermakna
Menurut Mulyasa (2005:13) bahwa guru adalah perencana, pelaksana dan pengembang kurikulum sehingga perlu untuk meningkatkan aktifitas, kreatifitas, kualitas, dan profesionalisme. Karena itu maka masalah rendahnya hasil belajar matematika siswa harus disikapi dengan melakukan berbagai modifikasi penggunaan model pembelajaran melalui keterlibatan penuh siswa, kerja sama murni, variasi dan keragaman dalam metode belajar, motivasi internal, adanya kegembiraan dan kesenangan dalam belajar, dan integrasi belajar yang lebih menyeluruh ke dalam segenap pengorganisasian pembelajaran.
Belajar tentu bukanlah kegiatan menerima dan mendengar saja tetapi belajar diarahkan agar siswa bekerja, bertanya, menggali, mencipta (mengalami sendiri) untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Hasil belajar matematika merujuk pada penguasaan konsep, penalaran dan komunikasi serta pemecahan masalah. Masih rendahnya tingkat penguasaan siswa pada ketiga aspek tersebut memberikan dorongan dan inspirasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan model pembelajaran yang menantang dan menciptakan situasi baru yang menyenangkan. Model pembelajaran yang berpusat kepada aktifitas siswa merupakan salah satu alternatif yang dapat memberi peluang lebih besar untuk terwujudnya proses pembelajaran yang bermutu.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa kelas III SDN ................. dalam proses pembelajaran matematika, perlu penerapan model pembelajaran yang tepat, yang dapat membangkitkan minat, keaktifan, dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang terpusat kepada guru (teacher centered) harus diubah menjadi pembelajaran yang terpusat kepada siswa (student centered). Artinya, pembelajaran terfokus pada penguasaan siswa atas materi dan penciptaan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan, sehingga memudahkan siswa memahami pelajaran yang disajikan oleh guru. Keaktifan dan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran akan memberikan pengaruh yang besar untuk menjaga kelangsungan belajar siswa dalam tingkat kesungguhan belajar yang tinggi.
Selengkapnya dapat anda Download Di Sini


Mengapa Penelitian Tindakan Kelas Penting?
Ada beberapa alasan mengapa PTK merupakan suatu kebutuhan bagi guru untuk meningkatkan profesionalitas seorang guru :
  1. PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Dia menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang dia dan muridnya lakukan.
  2. PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sebagai praktisi, yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama bertahun-tahun tanpa ada adanya perbaikan dan inovasi, namun juga sebagai peneliti di bidangnya.
  3. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan dalam PTK, guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang mendalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya. Tindakan yang dilakukan guru semata-mata didasarkan pasa masalah aktual dan faktual yang berkembang di kelasnya.
  4. Pelakdanaan PTK tidak mengganggu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran.
  5. Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inivasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakinya.
Penerapan PTK dalam pendidikan dan pembelajaran memiliki tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas praktik pembelajaran serta berkesinambungan sehingga :
  • Meningkatkan mutu hasil pembelajaran
  • Mengembangkan keterampilan guru
  • Meningkatkan relevansi
  • Meningkatkan efesiensi pengelolaan instruksional serta
  • Menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru.
Sekian dan terimah kasih. Semoga bermanfaat….


Tidak ada komentar:

Posting Komentar